Kamis, 27 Maret 2008

Undanglah Hiu-hiu Kecil Dalam Hidup Anda

Inspirasi

Posted on March 26, 2008 |

Jamil AzzainiBeruntung saya mengundang Jamil Azzaini, penulis best seller Kubik Leadership, untuk memberikan siraman rohani ketika kami, Virtual Consulting, syukuran pindahan kantor hari ini. Inspirator sukses mulia yang sekarang menjadi motivator kondang hingga diundang ke manca negara itu antara lain memberikan kisah mengenai hiu-hiu kecil. Ia menceritakan bagaimana nelayan Jepang harus berinovasi agar ikan-ikan tangkapannya tetap segar dan berharga mahal.

Di saat ikan mudah ditangkap di pinggir pantai Jepang, ikan-ikan itu bisa dijual di pasaran Jepang dalam kondisi segar bugar sehingga harganya pun mahal. Sebagai pecinta ikan mentah, rakyat Jepang amat menghargai kesegaran ikan. Namun, lama kelamaan, ikan makin sulit di dapat di pinggiran, sehingga nelayan mesti ke tengah laut untuk mendapatkannya. Sayang, makin jauh ke laut, makin jauh pula jarak pulang, sehingga ikan sudah tidak segar lagi ketika sampai ke pasar. Harga ikan pun jatuh.

Para nelayan mesti putar otak untuk menyiasatinya. Maka dilengkapilah kapal dengan pendingin agar ikan tetap segar. Tapi ternyata orang Jepang tak suka ikan beku. Harga jual tetap jatuh. Tak kehabisan akal, kapal mereka dilengkapi dengan tangki besar agar ikan tetap hidup sampai di pasar. Namun, karena tangkapan yang dimasukkan ke tangki banyak, ikan berdesak-desakan sehingga kurang gerak. Ternyata, daging ikan yang kurang gerak tidak seenak daging ikan lincah yang hidup di alam bebas. Maka, meski harga lebih bagus ketimbang ikan beku, tetaplah tidak semahal ikan tangkapan di tepi pantai.

Setelah putar otak, bingo! mereka dapat ide: Masukkan hiu-hiu kecil ke dalam tangki tersebut. Memang, hiu kecil itu akan memakan sebagian ikan. Namun, kehadiran ikan pemakan ikan itu menimbulkan kekalutan di dalam tangki, ikan-ikan berlarian sekuat tenaga menghindari sergapan hiu kecil. Akibatnya, sesampai di pantai, ikan dalam kondisi segar, karena mereka terus bergerak lincah sepanjang perjalanan. Harga jual ikan pun kembali semahal harga ikan yang ditangkap di pinggir pantai.

Moral ceritanya adalah, tanpa ada faktor pendorong yang kuat, kita akan mudah terlena. Hidup menjadi hampa. Kreativitas mandul. Kerja pas-pasan. Pencapaian kita rendah. Kita menjadi tak bisa meski sebenarnya bisa. Tubuh kita beku. Otak kita macet. “Harga” kita rendah.

Maka , kata Jamil, undanglah hiu-hiu kecil dalam hidup kita. Merekalah yang akan memaksa kita untuk bergerak lincah. Peliharalah mereka agar hidup kita lebih hidup dan bergairah.

Hiu-hiu kecil itu bisa berupa apa saja. Bisa berupa tantangan-tantangan positif — misalnya bagaimana agar kinerja kita meningkat di atas rata-rata, bagaimana kita bisa menjadi direktur utama dalam tempo lima tahun, atau bagaimana agar bisa berubah dari kondisi “menerima” menjadi “memberi”.

Undanglah Hiu-hiu Kecil Dalam Hidup Anda

Bisa pula berupa ketakutan-ketakutan, seperti takut kalah bersaing, takut tersingkir dari kursi manajemen, takut tidak naik gaji, bahkan takut dipecat.

Sudahkah anda memelihara hiu-hiu kecil dalam diri anda?

Tidak ada komentar: