yang bercerita tentang kepahlawanan seorang
samurai buta bernama Zatoichi.
ADA SATU cerita rakyat Jepang yang terkenal yang bercerita tentang kepahlawanan seorang samurai buta bernama Zatoichi. Walaupun tidak dapat melihat, Zatoichi tidak pernah tunduk pada kecacatannya. Ia memanfaatkan kecacatannya dengan mempelajari seni bela diri. Walaupun buta, ia memanfaatkan indera pendengarannya untuk mendengar barang yang bergerak, termasuk bunyi yang paling lembut sekalipun. Keistimewaan dan kepandaiannya itu didapatnya setelah melalui latihan keras dan sungguh-sungguh. Ia menjadi samurai yang terunggul dan terandal di masanya. Tidak ada samurai yang bisa mengalahkannya. Ia hanya dapat dikalahkan oleh penyerang yang tidak bergerak dan tidak bersuara.
Cerita klasik ini mengandung banyak pesan dan ajaran, terutama dalam konteks kesuksesan dan keberhasilan ekonomi Jepang. Jepang diibaratkan seperti samurai buta. Selain tidak memiliki sumber daya alam dan bahan mentah, negara itu juga memiliki tanah yang tandus, bentuk muka bumi yang berbukit, ancaman gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sebagainya. Akan tetapi, semua kekurangan itu tidak pernah menghalangi bangsa Jepang untuk sukses dalam bidang yang sebelumnya dikuasai Barat seperti ekonomi, perindustrian, dan perdagangan.
Sebaliknya, Jepang memanfaatkan semua kekurangan dengan memaksimalkan potensi yang ada. Di antaranya adalah sumber daya manusia, semangat kerja keras, dan tidak pantang menyerah menghadapi semua kesulitan dan cobaan yang datang. Ibarat si samurai buta Zatoichi, Jepang berhasil menggunakan segala potensi yang mereka miliki untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan perusahaan, pengelolaan, perdagangan, sains dan teknologi. Setelah kalah perang, Jepang sukses memperbaiki produk mereka, sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Kini produk Jepang mendapat tempat dan pengakuan masyarakat internasional. Mereka juga berhasil memperbaiki ciptaan barat sehingga menjadi berkualitas. Seperti Zatoichi, Jepang mudah dikalahkan jika keadaan selalu statis, teknologi tidak berubah, dan ilmu pengetahuan di Barat tidak berkembang. Jepang tidak hanya meniru teknologi Barat, tetapi juga belajar dan mengembangkannya. Dalam usahanya tersebut, banyak halangan yang harus mereka hadapi. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu menghadapi masalah dan tantangan yang datang dan tidak mudah menyerah jika berhadapan dengan situasi sulit.
Jepang pernah mengalami masa-masa sulit, tetapi mereka mau segera bangkit, bahkan mengalahkan Rusia dalam perang ratusan tahun yang lampau. Bayangkan saat itu Jepang belum begitu maju dibandingkan saat iin, Jepang baru saja keluar dari prinsip tutup pintu yang diberlakukan pemerintahnya selama ratusan tahun.
Jepang menjadi kuat bila berhadapan dengan ancaman dan masalah dari luar. Jepang menjadi negara lemah saat mengasingkan diri dari dunia luar. Negara itu tidak bisa maju dan pertumbuhan ekonominya sangat lamban. Jepang juga diibaratkan sebagai orang yang sakit. Keadaan tiba-tiba berubah saat mereka berada di bawah kepemimpan Kaisar Meiji dan membuka diri pada dunia luar.
______
Bangsa yang berhasil adalah
bangsa yang mampu menghadapi masalah
dan tantangan yang datang
______
diambil dari milist trainer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar