Sabtu, 15 Desember 2007

Selalu ada harapan

Jika Allah melimpahkan kebaikan kepada seeorang,

Ia akan mengujinya dengan musibah.

HR. Bukhari

Sahabat,di saat menghadapi masalah yang kau rasa tak sanggup untuk diatasi, dan hari esokpun sepertinya juga tidak menawarkan solusi apapun, mungkin kau bertanya pada dirimu sendiri; “Mengapa ini terjadi padaku?” “Berat sekali beban yang aku tanggung!” “Apa salah dan dosaku, hingga aku diberikan cobaan yang seberat ini?”

Dan seringkali jawabannya tidak jelas. Sehingga kau bahkan cenderung merasa bahwa hidup ini tidak adil karena membebanimu dengan rintangan-rintangan seperti itu.

Tegarlah saudaraku ! Percayalah behwa Allah memberikan kesulitan sesuai dengan kekuatan hamba-Nya, Ia takkan salah memberi masalah.

Dan bila kita merasa bahwa masalah itu terlalu berat bagi kita,itu hanyalah “rasa” kita saja. Walaupun adakalanya engkau ragu, bahkan takut untuk meneruskan hidup ini, marilah kita coba untuk menikmati perasaan alamiah seperti itu… perasaan-perasaan yang kita semua pasti rasakan.

Sahabat, menjalani hidup memang tidak mudah terkadang suka yang menghampiri, di lain waktu dukalah yang datang bertamu.

Kita tentu ingat, di saat menghadapi kesulitan, kala badan yang tegap menjadi lunglai, ketika garis wajah yang indah terlihat tercerai-berai. Ingatlah saat-saat guncangan menghempaskan kita, merenggut orang-orang yang kita cintai, atau melenyapkan kenangan indah yang bertahun-tahun kita bina.

Itulah hidup, itulah kenyataan… kita harus siap menerima ketidakpastian. Kita tidak bisa mencari keamanan dari kepastian, karena hidup tidaklah pasti. Hidup di dunia ini penuh misteri. Apa yang akan terjadi ada yang bisa kita duga, ada juga yang tidak bisa kita duga.

Namun, apapun yang terjadi, sebenarnya akan membuat kita semakin bertambah dewasa dan bertambah mandiri. Kegetiran dan kepahitan hidup yang menimpa kita adalah seperti air dan pupuk yang dapat menyuburkan tanaman agar akarnya selalu kuat menghujam ke dalam tanah. Seperti meminum jamu pahit untuk menyembuhkan tubuh yang sakit.

Semoga sekeras dan sepahit apapun pengalaman yang Allah berikan pada kita, menjadikan kita lebih mendekatkan kita pada-Nya.

Sahabat, kita tidak mesti memiliki bakat yang besar, kedudukan yang tinggi, harta yang banyak, ataupun wajah rupawan untuk bisa menjadi orang yang bahagia.

Selalu ada banyak tempat dan waktu untuk mendapatkan kebahagiaan.

Banyak orang yang kesepian… Di rumah sakit, di jalanan, di rumah yatim piatu, panti asuhan, rumah-rumah kumuh. Kita dapat bermain-main dengan anak-anak yatim piatu.

Meluangkan waktu kita untuk sekedar mendengarkan kisah seseorang yang merasa kesepian, memberikan beberapa menit untuk menyentuh, memeluk mereka dengan lembut, atau mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada bapak sopir yang telah mengantarkan kita, membawakan barang bawaan seorang nenek di pasar.

Dengan cara itulah, kita akan lebih menghormati dan menyayangi diri sendiri, karena selalu ada orang lain yang membutuhkan kita.

Sahabat, janganlah mengeluh hanya karena kita tidak memiliki sesuatu yang kita idam-idamkan, marilah belajar untuk menghargai apa yang kita miliki.

Berkunjunglah ke tempat-tempat yang bisa membuat kita terinspirasi untuk mensyukuri nikmat-Nya yang selama ini selalu terlupa. Datanglah ke rumah sakit maka kita akan merasakan dahsyatnya memiliki tubuh & akal yang sehat. Berkunjunglah ke Tempat Pemakaman Umum ( TPU ) , maka kita akan merasakan betapa asyiknya hidup ini. Mampirlah kita ke sel tahanan maka kita akan merasakan indahnya kebebasan. Bersilahturahmilah kita ke para tuna netra maka kita akan pahami nikmatnya bisa melihat.

Sungguh, bila kita tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu secara langsung, maka kita akan senantiasa berada dalam nikmat pemberian-Nya tetapi kita tidak pernah menyadarinya.

Seperti kita tidak menghargai nilai mata air sampai sumber air itu kering.

Jangan sampai Tuhan mengajak kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan cara mencabut nikmat tersebut dari kita.

Jangan menginginkan kematian, karena musibah yang menimpa kalian… tetapi, jika kalian menginginkan kematian katakanlah : Ya Allah, biarkanlah aku tetap hidup apabila hal itu lebih baik untukku, dan biarkanlah aku mati jika jika itu lebih baik untukku.

HR. Bukhari

Setiap musibah yang menimpa seorang Muslim, baik berupa penyakit, rasa lelah, rasa sedih, kekalutan hati dan rasa susah, hingga duri yang menusuk kaki, pasti akan menjadi penebus dosa-dosanya.

HR. Bukhari Muslim

Sumber : Buku yang diberikan adikku saat dia mencari setitik harapan saat putranya meninggal dunia, Ajaib Book,karya Bang Din

Tidak ada komentar: