Rabu, 26 Desember 2007

Aneka medan tempur dalam kehidupen

Sembilan Medan Tempur.

(By Sun Tzu)

Menurut aturan operasi militer, terdapat sembilan medan tempur. Bila kepentingan – kepentingan setempat saling berbenturan di daerah mereka sendiri, tempat demikian disebut medan perpencaran.

Bila memasuki daerah pihak lain, tetapi tidak terlalu dalam, tempat demikian disebut medan yang ringan. Artinya para serdadu dapat mengundurkan diri dengan mudah.

Suatu tempat yang pasti menguntungkan bagi dirimu bila kamu berhasil merebutnya dan menguntungkan pihak lawan bila mereka berhasil merebutnya disebut medan pertikaian.

Daerah dimana kamu dan pihak – pihak lain bisa datang dan pergi disebut medan lintasan.

Daerah yang ketiga penjurunya diduduki oleh lawan dan yang memberikan kepada yang lebih dulu datang ke daerah itu akses ke semua penduduknya disebut medan interseksi. Medan interseksi berarti persimpangan jalur utama yang menghubungkan berbagai sistem jalan raya: pertama-tama duduki wilayah ini, maka rakyat di wilayah ini akan tunduk terhadapmu. Maka bila kamu berhasil menduduki wilayah itu kamu akan aman, bila kehilangan itu kamu terancam binasa.

Bila kamu masuk jauh ke dalam daerah kekuasaan pihak lain, melewati banyak kota dan desa, daerah itu disebut medan yang berat.

Bila kamu melintasi hutan pegunungan, jalur – jalur sempit curam, sulit ditempuh, daerah itu disebut medan yang buruk. Yang paling baik adalah meninggalkan medan semacam itu secepat mungkin.

Bila jalan masuk sempit dan jalan keluar melingkar, sehingga sepasukan kecil lawan mampu menyerangmu, sekalipun kekuatanmu jauh lebih besar, ini disebut medan terkepung. Bila kamu mampu melakukan adaptasi yang luar biasa kamu mampu melalui daerah ini.

Ketika kamu akan mampu bertahan bila kamu selekas mungkin menyelesaikan pertempuran dan akan binasa bila tidak berbuat demikian, tempat demikian dinamakan medan kematian.

Maka jangan biarkan terjadi perang di medan perpencaran, jangan biarkan terjadi perhentian di medan yang ringan, jangan biarkan terjadi serangan di medan pertikaian, jangan biarkan terjadi perpotongan di medan lintasan. Di medan interseksi bangunlah berbagai komunikasi, di medan berat merampaslah, di medan yang buruk tetaplah bergerak maju, di medan yang terkebpung susunlah rencana, di medan kematian berperanglah.

Regards,

Zaenal Abdullah

SAG Learning Centre

dari milis trainerclub

Tidak ada komentar: