Selasa, 11 Maret 2008

Magic Questions On Selling

Saat Anda berkendaraan ada seorang sales produk oli menghampiri Anda. Kemudian si sales ini langsung bertanya “Bolehkah saya memeriksa oli Anda?”. Kemungkinan besar Anda akan mengatakan “Tidak, terima kasih”.

Namun bagaimana jika pertanyaannya seperti ini: “Apakah oli Anda berada pada ‘safe driving level’?”. Pertanyaan ini 58% lebih bekerja dibanding pertanyaan di atas.

Bagaimana dengan hal ini: seorang pelayan di sebuah resto menawarkan sebuah minuman anggur kepada customer “Apakah Anda ingin mengorder anggur merah atau putih sebagai pelengkap makan malam Anda?”. Kemudian setelah customer meng-iyakan, si pelayan kemudian melanjutkan pertanyaannya, “Gelas besar/kecil?”. Respon tipikal adalah, “Gelas kecil saja”. Bandingkan pertanyaan tadi jika diganti dengan “Gelas besar?”. Terbukti 7 dari 10 orang akan mengatakan “Ya”. Riset Surefire Marketing meng-amini hal ini.

Cukup impresif bukan? Semua hal di atas merupakan kekuatan kata-kata. Power of words = Power of negotiate.

diambil dari milist tdajoglo

Minggu, 09 Maret 2008

Doa

Hari ini doaku adalah
* Semoga hari ini saya lalui dengan bahagia
* Semoga hari ini ortuku bahagia
* Semoga hari ini adik-adikku bahagia
* Semoga hari ini tetangga-tetanggaku bahagia
* Semoga hari ini teman-temanku bahagia
* Dan semoga hari ini semua orang berbahagia selalu.
Amiiiiin

Salam bahagia
Agung Supriyadi

Kamis, 06 Maret 2008

Jepang dan Samurai Buta [1]

Ada satu cerita rakyat Jepang yang terkenal
yang bercerita tentang kepahlawanan seorang
samurai buta bernama Zatoichi.
ADA SATU cerita rakyat Jepang yang terkenal yang bercerita tentang kepahlawanan seorang samurai buta bernama Zatoichi. Walaupun tidak dapat melihat, Zatoichi tidak pernah tunduk pada kecacatannya. Ia memanfaatkan kecacatannya dengan mempelajari seni bela diri. Walaupun buta, ia memanfaatkan indera pendengarannya untuk mendengar barang yang bergerak, termasuk bunyi yang paling lembut sekalipun. Keistimewaan dan kepandaiannya itu didapatnya setelah melalui latihan keras dan sungguh-sungguh. Ia menjadi samurai yang terunggul dan terandal di masanya. Tidak ada samurai yang bisa mengalahkannya. Ia hanya dapat dikalahkan oleh penyerang yang tidak bergerak dan tidak bersuara.
Cerita klasik ini mengandung banyak pesan dan ajaran, terutama dalam konteks kesuksesan dan keberhasilan ekonomi Jepang. Jepang diibaratkan seperti samurai buta. Selain tidak memiliki sumber daya alam dan bahan mentah, negara itu juga memiliki tanah yang tandus, bentuk muka bumi yang berbukit, ancaman gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sebagainya. Akan tetapi, semua kekurangan itu tidak pernah menghalangi bangsa Jepang untuk sukses dalam bidang yang sebelumnya dikuasai Barat seperti ekonomi, perindustrian, dan perdagangan.
Sebaliknya, Jepang memanfaatkan semua kekurangan dengan memaksimalkan potensi yang ada. Di antaranya adalah sumber daya manusia, semangat kerja keras, dan tidak pantang menyerah menghadapi semua kesulitan dan cobaan yang datang. Ibarat si samurai buta Zatoichi, Jepang berhasil menggunakan segala potensi yang mereka miliki untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan perusahaan, pengelolaan, perdagangan, sains dan teknologi. Setelah kalah perang, Jepang sukses memperbaiki produk mereka, sehingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
Kini produk Jepang mendapat tempat dan pengakuan masyarakat internasional. Mereka juga berhasil memperbaiki ciptaan barat sehingga menjadi berkualitas. Seperti Zatoichi, Jepang mudah dikalahkan jika keadaan selalu statis, teknologi tidak berubah, dan ilmu pengetahuan di Barat tidak berkembang. Jepang tidak hanya meniru teknologi Barat, tetapi juga belajar dan mengembangkannya. Dalam usahanya tersebut, banyak halangan yang harus mereka hadapi. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang mampu menghadapi masalah dan tantangan yang datang dan tidak mudah menyerah jika berhadapan dengan situasi sulit.
Jepang pernah mengalami masa-masa sulit, tetapi mereka mau segera bangkit, bahkan mengalahkan Rusia dalam perang ratusan tahun yang lampau. Bayangkan saat itu Jepang belum begitu maju dibandingkan saat iin, Jepang baru saja keluar dari prinsip tutup pintu yang diberlakukan pemerintahnya selama ratusan tahun.
Jepang menjadi kuat bila berhadapan dengan ancaman dan masalah dari luar. Jepang menjadi negara lemah saat mengasingkan diri dari dunia luar. Negara itu tidak bisa maju dan pertumbuhan ekonominya sangat lamban. Jepang juga diibaratkan sebagai orang yang sakit. Keadaan tiba-tiba berubah saat mereka berada di bawah kepemimpan Kaisar Meiji dan membuka diri pada dunia luar.
______
Bangsa yang berhasil adalah
bangsa yang mampu menghadapi masalah
dan tantangan yang datang
______
diambil dari milist trainer

Rabu, 05 Maret 2008

Impian Sejati

Posted by: "Djodi Ismanto" adindagolid@ yahoo.com adindagolid
Mon Mar 3, 2008 9:33 pm (PST)

Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya,

“Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya”.
“Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.
“Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut.

Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”.

“Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.

“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.
“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak muda.

“Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu.

KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI” kata si orang tua dengan bijak.

Dear friend , apakah anda saat ini mempunyai impian sejati ? Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian.

Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga tidak apa-apa. Kalo bisa mobil Mercedez , kalo nggak, dapat Mtsubishi Lancer juga gak apa-2.
Ada pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda.

Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada.

Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.

Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun.

“Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?

Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan. Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang negatif.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata akan menerima 20.000 macam kata “NO”.

“Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik.

Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata “NO”.

Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka sudah `mati’. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerjaatau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.

Atau ada pula type orang yang terjebak di dalam `comfort zone’, dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman, atau setidaknya berkecukupan. Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata “Ah, buat apa rumah besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……”.

Type ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka’ jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi.

Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel’ dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda , “Saya punya impian untuk jadi orang sukses. Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga saya ke tingkat yang lebih baik”.

Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang mentertawakan anda ….. Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda. Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?

Dear friend , saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita.

Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.
Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !

Djodi Ismanto
www.djodiismanto. blogspot. com

MM di rumahku

Kemarin malam adalah pertemuan MM di rumahku, yang hadir 6 orang, 1 ijin ( karena menemani istrinya yang udah hamil 9 bulan ) . Dari pertemuan tadi membahas review perjalanan bisnis masing-masing anggota selama 1 bulan yang lalu dan juga membahas target 1 bulan ke depan.
Secara umum, MM sendiri bagiku adalah untuk pengontrol atas kegiatanku selama ini dan sebagai pengingat untuk meraih cita-citaku sekaligus sebagai penambah semangat bagiku melihat keberhasilan teman-temanku.
Dari MM sendiri hasil yang kurasakan masih kurang karena bisa jadi keterbatasan waktu, atau mungkin bentuk solusi dari dari teman-teman kurang mengena. Kalau misal dalam pertemuan MM ada sebuah permainan yang mengajarkan tentang kekompakan tim, manajemen resiko, menejemen stok, terus mengajarkan juga tentang pentingnya peta & kompas maka ini akan sangat membantu sekali.
Moga ini bisa menjadi evaluasi bagiku dan masukan bagi teman-teman MM.

Salam kompak selalu
Agung Supriyadi

Sabtu, 01 Maret 2008

Insight Of The Day

If better is possible
Good is not enough

Inspiration

Apa yang ada di depan kita dan apa yang ada di belakang kita adalah hal kecil dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita --- R.W.Emerson