Berikut cuplikan-cuplikan dialog dengan Andrie Wongso
Dari pengalaman Anda sendiri, apa menariknya dalam entrepreneurship?
Satu sikap mental atau cara pandang terhadap kesulitan itu. Carapandang apa itu sukses. Di Indonesia ini banyak orang kena penyakitmitos. Misalnya, pendidikan saya rendah, saya anaknya pegawai kecil,saya anak orang miskin, anak petani. Kalau itu yang dibuat pedoman,kita habis. Karena sikap mental tadi, membawa dampak keseluruhan.Membuat Anda ini tidak bisa bertanding, karena sudah mikir dulu 'sayakan cuma SD, saya kan cuma SMP, cuma SMA'. Yang S-1 pun 'bapak saya orang miskin, mungkin saya tidak bisa sukses, hanya sebagai pekerja biasa saja'.Itu mentalitas yang mematikan seluruh pandangan. Mitos itu antaralain pendidikan. Mitos kesehatan, merasa dirinya tidak kuat fisik.Mitos nasib 'saya berjuang bagaimanapun saya tidak akan sukses,karena nasib sudah menentukan saya hidup seperti ini'. Mitos umur 'saya sudah tua, ini kerjaan atau bidang anak muda' atau sebaliknya. Mitos kelamin, 'dia kan cewek ya bisa, bukan kerjaanlelaki'. Mitos warna kulit 'saya kan item, dia kan orang Tionghoa kulitnya putih bisa sukses'. Ini semua penyakit-penyakit mitos, tidak berlaku. Maka dalam kehidupan saya, saya ringkas dalam satu kalimat;SUCCESS IS MY RIGHT. Sukses adalah hak saya. Inti seminar saya itu,dengan moto kata-kata mutiara "Kesuksesan bukan milik orang-orangtertentu.Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang`benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".
Banyak orang terbelenggu mitos-mitos itu?
Banyak sekali, sangat banyak. Saya lihat di seminar-seminar saya. Diatlet saja ada kok. Atlet PBSI yang top semua itu juga kena mitos berat, mitos susah. Penyakit juga yang membuat orang susah bangkit.
Cara untuk keluar dari belenggu itu?
Mental! Mental kan butuh pengertian. Tanpa disentuh itu, bagaimana bisa bangkit wong dia sendiri tidak tahu? Tahunya mau kerja merasatidak bisa. Ini perlu dikuak dulu! Nah, itu tugas saya sekarang.Dengan begitu saya merasa membantu negara. Kadang ketika mauberwirausaha, soal modal dan risiko menjadi kendala utama. Dua penyakit itu yang paling berat.Takut ambil risiko dan tidak punya modal. Saya mulai justru dengankeduanya itu tidak ada. Saat saya mulai kartu Harvest tahun 1985,tidak ada modal sama sekali. Saya cuma punya ide. Jadi dalam prosesperjuangan dulu, saya punya kata-kata mutiara, "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya". Jadi saya pulang dari Taiwan bikin kata-kata mutiara ini. Orang mikir saya gagal sebagai bintang film karena tidak ada satu film pun saya bintangi sebagai bintang utama. Tapi saya pikir itu sukses! Sukses`dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya! Waktu saya punya ide membuat kartu kata-kata mutiara, saya tidak punya modal. Maka sayapasang iklan ngajar Kung Fu. Kumpulin uang buat modal. Jadi berangkat tanpa modal.
Tapi mana yang mendahului?
Ide! Ide itu yang mendahului,saya pasti berhasil.Jadi embrionya pengertian "Success is My Right" tadi. Karena adapengertian itu, muncul keberanian untuk mencoba. Ada nggak keuletan?Pasti! Masalah-masalah itu jadi kecil karena kita berani menghadapisesuai dengan pengertian kita, bahwa saya pasti berhasil. Risiko?Udah nggak ngerti lagi apa itu risiko! Jalan aja, risiko itu kan nanti? Maka harus berani ambil keputusan mencoba.Kalau sudah berani ambil keputusan mencoba, pasti berani risiko.Risiko gagal, wong sekarang nol kok gagal? Berangkatnya kan nol?Nothing to lose, always win!Bagaimana Anda bisa memelihara spirit dari dalam, penuh motivasi terus-menerus?Kalau secara singkat bahasa rohani mengatakan..karunia. Tapi ingat itu ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Karena saya terbiasa dalam latihan Kung Fu yang saya namakan Hap Kun Do, ini menghilhami saya. Harus selalu konsisten mentalnya, terjaga. Terutama kemauan,kepercayaan diri, komitmen, konsekuen, satria, berani, tanggungjawab, disiplin, moralitas.Itu semua kelompok karakteristik yang harus dimiliki orang yang mauberhasil. Kapan berhentinya? Ini tidak berhenti sampai kita mati.Hidup terus. Kok begini? Ini sebetulnya konsisten yang benar. Karenasedikit yang konsisten, jadi luar biasa saya. Padahal itu biasa saja.Bagaimana ilmu beladiri bisa memberi spirit dan selalu mengilhamiseperti itu? Karena di dalam Kung Fu sebenarnya adalah pelatihan fisik yang menghasilkan mental. Kalau kita tertekan fisiknya karena latihan fisik, itu akanmenghasilkan pengkristalan kekuatan mental. Kalau latihan ndak kuat,dipaksa dikit! Ndak kuat, dipaksa dikit! Itu sama dengan kita mengalami penderitaan. Begitu mengalami penderitaan kita tahan,tahan, ternyata ya kuat. Jadi kekuatan mental menghadapi masalah itujadi tumbuh.Dengan teriakan (dalam latihan beladiri: red), itu aktualisasi diriakan muncul. Dari aktualisasi itu akan menimbulkan kepercayaan diri.Membuka keyakinan diri.
Andrie Wongso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar