Minggu, 20 Januari 2008

Arti Kebijaksanaan Satu Jari

Pada zaman dahulu di negeri Cina ada seorang pendeta Tao yang juga seorang peramal. Ia sangat terkenal akan kepandaiannya meramal nasib orang lain, sehingga banyak orang jauh maupun dekat datang untuk minta diramal olehnya.
Pada suatu hari, tiga orang sarjana akan mengikuti ujian negara di negara Beijing, datang menanyakan siapa di antara mereka yang akan lulus dari ujian tsb. Tiga orang sarjana itu menyalakan hio dan memberikan hormat kepada sang pendeta.
Dengan mata tertutup sang pendeta mengacungkan jari telunjuk kepada mereka tanpa berkata sepatah katapun. Para sarjana itu tidak mengerti isyarat ini dan meminta sang pendeta untuk menjelaskannya.
Pendeta itu menggelengkan kepalanya dan berkata,"Kehendak Tuhan tidak boleh diungkapkan." Tiga orang sarjana itu pergi dengan hati kecewa.
Setelah mereka pergi, seorang murid pendeta bertanya pada sang pendeta,"Tuan siapa diantara ketiga itu yang akan lulus?
Pendeta, "Angka yang tepat sudah kau ketahui , bukan?
"Apakah satu jari berarti hanya satu yang akan lulus?"
"Ya!"
"Tapi bagaimana jika dua orang yang lulus?"
"Itu berarti satu jari berarti satu orang dari ketiganya akan gagal"
"Bagaimana jika ketiga-tiganya lulus?
"Satu jari menandakan bahwa mereka akan lulus dalam satu waktu ( dalam waktu yang bersamaan )
"Dan ketiga-tiganya gagal?"
Satu jari menandakan bahwa tidak satupun diantara mereka yang akan lulus."
Murid itu dengan segera menyadarinya lalu berkata, "oh...begitu kehendak Tuhan."

Tidak ada komentar: