Dua orang pendeta muda datang menghadap pendeta senior. Mereka mempunyai keinginan yang sama dan berniat meminta izin kepada seniornya..
Pendeta muda pertama berkata:
"Bapa, bolehkan saya makan ketika berdoa…?"
“Tidak”, tegas sang pendeta senior, “Berdoa adalah hal yang suci. Bagaimana mungkin anda berbicara dengan Tuhan di saat mulut penuh makanan ?”
Sesaat kemudian, datanglah pendeta yang kedua. Ia meminta hal yang sama dan mengucapkan.
"Bapa, bolehkan saya berdoa ketika makan?"
“Oh, Tentu saja”, jawab sang pendeta senior, “Anda dapat bertemu dengan Tuhan kapan saja”.
Dua pertanyaan diatas, kelihatan sama, ternyata menghasilkan jawaban yang berbeda…
Pada konteks yang pertama, penekanannya terletak pada kata MAKAN, yang kedua pada kata BERDOA.
Kisah di atas menunjukan, bahwa penekanan pada kata-kata yang salah dapat memberikan hasil yang berbeda.
milist trainer
Kamis, 17 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar